Ilustrasi: Jembatan Pelangi dan Menara Tokyo bercahaya dengan warna Olimpiade. (ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/hp/cfo)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Negara-negara peserta Olimpiade diharapkan menunjukkan dukungan mereka terhadap kesetaraan gender dan keadilan rasial dengan penunjukkan para pembawa bendera kontingen mereka di upacara pembukaan yang akan digelar Jumat (23/7) mala mini.

Komite Olimpiade Internasional mengubah aturan dan meminta setiap negara memilih dua pembawa bendera sebagai upaya meningkatkan kesetaraan gender di Olimpiade Tokyo.

Peraih medali emas dayung Mohamed Sbihi menjadi muslim pertama yang akan membawa bendera Inggris, bersama pelayar Hannah Mills.

“Merupakan suatu kehormatan diundang menjadi pembawa bendera Tim Inggris Raya,” kata Sbihi seperti dikutip Reuters, Kamis. “Berada dalam gerakan Olimpiade ini merupakan momen ikonik, orang-orang akan ingat gambaran itu.”

Atlet Australia Cate Campbell dan Patty Mills akan mengikuti Olimpiade keempatnya. Mills, pebasket yang bermain untuk tim NBA San Antonio Spurs, akan menjadi warga pribumi Australia yang terpilih membawa bendera di upacara pembukaan.

“Ini adalah identitas, dapat menunjukkan siapa Anda ke seluruh dunia,” kata Mills. “Ini adalah salah satu dari beberapa yang membuat Anda bangga tentang siapa diri Anda. Kami telah benar-benar datang dari jauh untuk olahraga Australia dan ini spesial.”

Sedangkan kontingen Amerika Serikat akan dipimpin pebasket berusia 40 tahun Sue Bird dan atlet bisbol Eddy Alvarez yang berdarah campuran Kuba-Amerika. Alvarez, yang juga memenangi medali perak untuk speedskating di Olimpiade Musim Dingin 2014, telah menunjukkan dukungannya bagi masyarakat Kuba yang telah turun ke jalan melakukan protes di tengah krisis ekonomi negaranya.

BACA JUGA  Florida Ajukan Diri Gantikan Tokyo Sebagai Tuan Rumah Olimpiade

LEAVE A REPLY