Komunitas PP (Profit Protocol) memberikan hadiah hewan kurban kepada para guru ngaji di wilayah Bukit Kemuning, Lampung Utara, yakni tujuh guru ngaji per ekor sapi di Masjid Al Majid dan tujuh guru ngaji per ekor sapi di PBM (Puspat Belajar Mengaji) Cahaya Negeri. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID LAMPUNG UTARA – Terdapat dua ekor sapi yang merupakan hadiah hewan kurban dari amanah donatur, komunitas PP (Profit Protocol), kepada para guru ngaji di wilayah Bukit Kemuning, Lampung Utara. Yaitu, tujuh guru ngaji per ekor sapi di Masjid Al Majid dan tujuh guru ngaji per ekor sapi di PBM (Puspat Belajar Mengaji) Cahaya Negeri.

Guru Ngaji tersebut menjadi pekurban sekaligus penerima manfaat program THK 2021 Dompet Dhuafa. Salah satunya Ustaz Reski Muhammad Fikri (19). Guru Ngaji di PBM Cahaya Negeri itu mengaku bahwa Idul Adha 1442 H ini menjadi pertama kalinya ia berkurban selama hidupnya.

Ia tidak pernah menyangka bahwa namanya akan tertulis sebagai salah satu pekurban kali ini.

“Karena alasan ekonomi, saya belum punya tabungan cukup untuk berkurban. Jadi, masih gak percaya kalau saya hari ini kurban. Terima kasih banyak PP dan Dompet Dhuafa, semoga jadi menginspirasi saya untuk semangat berkurban di kesempatan berikutnya,” kata pengajar Iqra anak-anak siswa PBM itu pada tim Dompet Dhuafa, Selasa (20/7/2021).

Komunitas PP (Profit Protocol) memberikan hadiah hewan kurban kepada para guru ngaji di wilayah Bukit Kemuning, Lampung Utara, yakni tujuh guru ngaji per ekor sapi di Masjid Al Majid dan tujuh guru ngaji per ekor sapi di PBM (Puspat Belajar Mengaji) Cahaya Negeri. (Foto: Dompet Dhuafa)

Hampir serupa dengan Reski, Ustaz Dede (29), Guru Ngaji wilayah Al Majid, bercerita bahwa dirinya memang memiliki niat untuk berkurban tahun ini. Namun, ia telah mengurungkan niatnya. Pasalnya, arisan kurban yang ia ikuti mendapati giliran seorang kawannya.

“Kaget banget, baru kemarin malam takbir saya diberi tahu DKM Al Majid kalau saya salah satu yang dihadiahi kurban dari Dompet Dhuafa dan PP. Qadarullah, niat saya berkurban tahun ini diberi jalan lagi sama Allah,” ungkapnya.

Dede menambahkan bahwa biasanya ia selalu upayakan tiga tahun sekali berkurban. Tahun ini waktunya. Ia kemudian mencoba lewat arisan kurban bersama kawan-kawannya.

BACA JUGA  Masjid Al-Majid, Calon Ikon Bukit Kemuning Berbasis Wakaf

LEAVE A REPLY