Ilustrasi bisnis UMKM. (Foto: cbinsights.com)

Oleh: Baratadewa Sakti P (Praktisi Keuangan Keluarga dan Pendamping Bisnis UMKM)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pengusaha UMKM sebagai ujung tombak keluarga dan bisnisnya, tentu sangat diharapkan menjadi lokomotif pendongkrak kesejahteraan. Meskipun, saat ini masih harus berhadapan dengan situasi yang sulit akibat merebaknya pandemi di Indonesia.

Walaupun demikian, pebisnis UMKM diharapkan tetap bisa mandiri dan terus menghasilkan pendapatan sendiri. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh seorang pebisnis untuk meraih pendapatan, salah satunya mengetahui potensi diri dan mengembangkannya guna meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan bisnis.

Sehingga, dapat menumbuhkan omzet dan ujungnya adalah mendapatkan free cash untuk mencukupi kebutuhan operasional usaha, perluasan usaha di masa mendatang, dan meraih tujuan finansial pribadi atau keluarga.

Untuk itu, diperlukan strategi terbaik secara spesifik, terukur, sekaligus rasional, dan dapat dicapai, dengan target waktu tertentu.

Strategi yang dapat dipilih oleh pengusaha UMKM dapat merujuk kepada salah satu buku terlaris yang terjual hingga 8 juta eksemplar dalam waktu enam bulan di Amerika Serikat pada 2017. Yakni, The Latte Factor karangan David Bach, salah satu pakar perencana keuangan terkemuka yang mengajarkan tentang seluk-beluk kebebasan finansial pribadi.

Bach dalam bukunya mengungkapkan strategi pertama menghargai dirinya dulu baru yang lain. Yakni, setiap kali mendapatkan uang dari bisnis yang dihasilkan, alokasikan lebih dulu untuk memenuhi kebutuhan dasar operasional bisnisnya dan tidak lupa untuk membayar diri sang pengusaha sebagai pekerja dalam perusahaannya.

Pastikan pula sisihkan sebagian lainnya untuk kepentingan usahanya di masa depan. Masa depan dapat berarti bulan depan, tahun depan, lima tahun atau hingga sepuluh tahun ke depan.

BACA JUGA  Inspirasi Berbagi Aktivis SGI

LEAVE A REPLY