Ilustrasi cara sehat mengolah dan menyimpan daging kurban. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Saat Idul Adha, terkadang kita mendapatkan daging kurban berlebih dan ingin menyimpannya di dalam kulkas sebagai persediaan. Healthline dikutip Rabu (21/7/2021), menyebutkan bahwa pada dasarnya daging unggas maupun daging merah mungkin terkontaminasi bakteri dan virus berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

Patogen makanan yang jamak ditemukan adalah Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan E. coli, serta virus norovirus dan hepatitis A. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melarang mencuci daging jika Anda ingin menyimpannya di dalam kulkas.

Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran bahwa mencuci daging dengan air justru akan menyebarkan bakteri yang memang sudah ada pada daging ke seluruh permukaan daging dan juga ke makanan yang akan dimakan mentah. Misalnya, buah-buahan dan sayur yang juga disimpan di dalam kulkas.

Namun, penelitian menemukan bahwa daging sapi yang direbus pada suhu 60 derajat Celcius selama empat menit, atau menyemprotkannya dengan air 82 derajat Celcius diikuti dengan semprotan asam laktat, mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan daging.

Studi tambahan menunjukkan bahwa mencuci permukaan daging dengan larutan asam seperti cuka atau jus lemon mengurangi jumlah bakteri pada daging mentah, dibandingkan dengan mencuci dengan air biasa.

Jika Anda mencuci daging mentah di bawah air mengalir biasa, percikan air dapat memindahkan bakteri dan virus dari permukaan daging ke makanan, peralatan, dan permukaan memasak terdekat. Ini dapat menyebarkan kuman dan meningkatkan kemungkinan Anda sakit.

Anda dapat menggunakan larutan asam untuk mencuci atau menyiapkan daging, karena membantu membunuh bakteri, menambah rasa, dan melunakkan daging. Berikut adalah larutan asam yang umum digunakan dalam persiapan daging:

BACA JUGA  Dompet Dhuafa dan SDIT Global Insani Bagikan Daging Kurban di Kampung Nelayan

LEAVE A REPLY