Reaksi pemain Inggris Marcus Rashford setelah gagal mengeksekusi adu penalti dalam final UEFA Euro 2020 antara Italia dan Inggris di Stadion Wembley di Lonfon 11 Juli 2021. Rashofd, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho menjadi korban hinaan rasis setelah gagal menjadi penendang penalti. ANTARA/AFP/FRANK AUGSTEIN

ZNEWS.ID, JAKARTA – Pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate mengutuk pelecehan rasis “tak termaafkan” yang ditujukan pada tiga pemain timnas Inggris yang gagal mengeksekusi tendangan penalti saat mereka kalah dalam final Euro 2020 melawan Italia.

Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka menjadi korban pelecehan yang memuakkan di media sosial setelah Inggris kalah adu penalti 3-2 di Wembley.

Sejumlah orang yang mengaku penggemar Inggris menggunakan cercaan rasial untuk mengkambinghitamkan ketiga pemain atas kekalahan tersebut. Pesan ofensif lainnya disertai dengan tagar “Forza Italia”.

Para pemain Inggris telah membuat pendirian tegas dalam melawan rasisme selama turnamen ini dengan berlutut sebelum semua pertandingan mereka termasuk final Minggu.

“Bagi mereka yang dilecehkan adalah tak termaafkan,” kata Southgate pada konferensi seperti dikutip AFP, Selasa.

“Beberapa dari mereka berasal dari luar negeri, kita sudah diberitahu ini, tapi ada juga yang dari dalam negeri.”

“Kami telah menjadi mercusuar untuk menyatukan orang-orang dan tim nasional yang mewakili semua orang. Kami merasakan energi dan kepositifan para penggemar dan saya sangat bangga akan hal itu.”

BACA JUGA  Osaka Buka Suara Menentang Rasisme Anti-Asia

LEAVE A REPLY