Ilustrasi hukum berkurban lebih dari satu ekor. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kekayaan, rezeki, dan kemampuan seseorang tentu berbeda. Di berbagai kasus, dapat ditemukan seseorang yang ingin kurban lebih dari satu ekor kambing. Sebelum membahas lebih jauh mengenai itu, kita pahami dulu pengertian, hukum, dalil yang mensyariatkan serta jawaban dari persoalan tersebut.

Kata kurban menurut bahasa  berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat (Ibn Manzhur: 1992:1:662; Munawir:1984:1185). Maksud dari makna ini ialah mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

Kata kurban yang digunakan, Sebenarnya dalam istilah agama disebut “udhhiyah” bentu  jamak dari kata “dhahiyyah” yang berasal dari kata “dhaha” (waktu duha), maksudnya sembelihan pada  saat waktu duha 10 sampai 13 Zulhijah. Dari sinilah  muncul istilah Idul Adha.

Dari penjelasan tersebut, dipahami bahwa kata kurban atau udhhiyah dalam pengertian syariat ialah menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Idul Adha dan tiga Hari Tasyriq, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Dasar ibadah kurban dapat dibaca dalam QS Al-Kautsar ayat 2 sebagai berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).”

Sedangkan dalil berdasarkan hadis Nabi yaitu hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, sebagai berikut:

ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم بكبشين املحين اقرنين فرايته واضعا قدميه على صفاحها يسمي ويكبر فذبحها بيده

Artinya: “Nabi SAW berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi SAW meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi SAW membabaca basmalah, takbir, dan menyembelih dengan tangannya sendiri.”

BACA JUGA  Dompet Dhuafa Lakukan Quality Control Hewan Kurban Kurban di Sulawesi Tenggara

LEAVE A REPLY