Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan 2.500 dosis obat ivermectin sebagai obat terapi untuk penderita penyakit virus corona guna dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di tiga kecamatan, Senin (7/6/2021). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting mengungkapkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan izin edar obat terapi Ivermectin yang digunakan untuk pasien COVID-19.

“Belum ada izin edar dari BPOM,” katanya melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa, saat menjawab pertanyaan apakah Ivermectin telah memperoleh izin edar di Indonesia

Jika Ivermectin digunakan untuk indikasi sebagai obat anti virus, kata Alex, tentunya harus lewat jalur penelitian pakar dan harus ada rekomendasi BPOM sebagai otoritas pengawas obat di Indonesia.

Alex memastikan bahwa Ivermectin di Indonesia masih dalam status penelitian dan bukan obat bebas. “Sehingga obat ini harus tetap disediakan di apotek sebagai obat antiparasit yaitu obat cacing,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, BPOM masih melakukan uji klinik terhadap khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan pasien COVID-19

“Uji klinik ada di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dengan melibatkan beberapa rumah sakit,” demikian petikan keterangan resmi BPOM yang dilansir melalui laman www.pom.go.id, serta dikonfirmasi kepada Juru Bicara COVID-19 BPOM, Lucia Rizka Andalusia.

Keterangan tersebut menyebutkan bahwa Ivermectin kaplet 12 mg terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan atau Strongyloidiasis dan Onchocerciasis yang diberikan dalam dosis tunggal 150-200 mcg/kg Berat Badan dengan pemakaian satu tahun sekali.

BACA JUGA  KPK dan BPOM Gagas Kampanye Antikorupsi di Kemasan Produk

LEAVE A REPLY