Ilustrasi obat herbal, . (Foto: LIPI)

ZNEWS.ID JAKARTA –  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin meracik dan meramu sendiri tanaman obat untuk dikonsumsi.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Prof Dr (Cand) dr Inggrid Tania MSi, mengatakan bahwa masyarakat perlu mengingat bahwa obat herbal, terutama yang dibuat sendiri dan menjadi obat tradisional seperti jamu, merupakan salah satu upaya untuk peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif).

Sehingga, jika ingin meramu obat dengan pendekatan penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif), masih memerlukan pendampingan dan konsultasi dengan dokter.

“Banyak ramuan sederhana yang bisa diracik sendiri oleh masyarakat, dan ini memang untuk upaya promotif dan preventif. Sehingga, di luar itu, kita perlu hati-hati,” kata Inggrid, dikutip dari Antara, Selasa (22/6/2021).

Dia menuturkan, ada bebrapa ramuan juga yang dokter ajarkan. Misalnya, untuk menurunkan tekanan darah, turunkan lemak darah, gula darah. Itu bisa diajarkan ke masyarakat. Tapi, kata dia, memang dengan ketentuan bahwa harus konsultasi dengan dokter masing-masing.

Lebih lanjut, Inggrid menambahkan bahwa bahan dari alam bekerja tidak secara instan, namun bertahap menyeimbangkan dengan minimal efek samping.

“Sehingga, obat herbal dengan bahan alam menjadi pilihan yang baik untuk memelihara kesehatan, kecantikan, imunitas, kebugaran, dan mencegah penyakit, serta mengatasi gangguan kesehatan ringan,” kata dia.

BACA JUGA  Sebanyak 80 Persen Tanaman Obat Dunia Ada di Indonesia

LEAVE A REPLY