Ilustrasi deteksi dini kondisi kerentaan pada lansia. (Foto: LKC DD). (Foto: LKC DD Papua)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pakar Gerontologi dan Konsultan Geriatri, Siti Setiati, menegaskan pentingnya deteksi dini kondisi kerentaan atau frailty terhadap orang lanjut usia karena kondisi tersebut dapat dikembalikan. Siti menjelaskan bahwa sarkopenia atau kondisi degenerasi otot serta kerentaan sering kali tidak terdeteksi pada orang lansia.

“Akibatnya keduanya sangat berkaitan dengan morbiditas yaitu timbulnya penyakit-penyakit dan mortalitas atau kematian. Padahal keduanya bisa diperbaiki, kalau kita bisa menemukenali secara dini,” kata spesialis penyakit dalam (geriatri)  RS Cipto Mangunkusumo Jakarta itu, dalam diskusi tentang kerentaan yang diadakan Dompet Dhuafa di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Kerentaan sendiri adalah suatu kondisi terdapat peningkatan kerentanan untuk mengalami ketergantungan atau kematian terhadap lansia jika mengalami stressor. Klasifikasinya adalah orang lansia yang memiliki ketergantungan atau dependensi dan mengidap berbagai penyakit, tidak dapat lagi mandiri. Hal itu berbeda dengan lansia sehat yang independen dan memiliki kondisi kognitif serta kapasitas fungsional yang baik.

Pakar gerontologi dan spesilasi penyakit dalam RSCM, Siti Setiati (kanan), dalam diskusi tentang kerentaan yang diadakan Dompet Dhuafa di Jakarta, Jumat (11/6/2021). (Tangkap layar)

“Dari mereka-mereka yang mengalami frailty atau pre-frailty itu, mereka bisa dikembalikan ke kondisi yang lebih baik tapi memang harus dikenali sedini mungkin,” ujar Ketua PB Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) itu.

Kerentaan sendiri bisa diukur dengan cara-cara yang tidak terlalu sulit dengan beberapa indikator, yaitu cara akumulasi defisit dan fenotipe.

Beberapa indikator sederhana yang bisa menjadi tolok ukur kerentaan seperti kriteria kelelahan dengan contoh pengukur apakah lansia itu mengalami kelelahan dalam empat pekan terakhir, kriteria daya tahan dengan tolak ukur apakah lansia tersebut mengalami kesulitan naik 10 undakan tangga secara mandiri, dan kriteria kecepatan dengan pengukur apakah mengalami kesulitan berjalan beberapa ratus meter sendiri.

Selain itu, terdapat pula kriteria penyakit yang diukur lewat apakah lansia melaporkan lima atau lebih penyakit dan kriteria penurunan berat badan dalam 12 bulan terakhir.

BACA JUGA  LKC Dompet Dhuafa Bagikan Puluhan Paket Zakat Fitrah kepada Lansia di Koja

LEAVE A REPLY