Wisata De Djawatan, Banyuwangi. (Foto: instagram.com/@chelliftrn)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kabupaten Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa memiliki koleksi obyek wisata alam yang lengkap. Tak hanya Taman Nasional Alas Purwo, dengan wisata Pantai Plengkung yang berombak besar dan kerap menggoda turis-turis mancanegara.

Ada juga Taman Nasional Baluran dengan kondisi alam mirip seperti taman-taman nasional di Afrika, yang nyaris kering hampir sepanjang tahun. Lantaran itulah, taman nasional tersebut dijuluki Little Africa From Java.

Ada pula wisata danau kawah vulkanik di puncak Gunung Ijen yang terletak di ketinggian 2.779 meter di atas permukaan laut. Danau kawah sedalam 200 meter dan luas 5.466 hektare (ha) itu merupakan danau air asam terbesar di dunia dan memiliki fenomena api biru (blue fire) di dasarnya. Fenomena langka ini hanya dapat dilihat ketika tak ada cahaya, atau pada dini hari.

Wisata De Djawatan, Banyuwangi. (Foto: instagram.com/@m98artini)

Tetapi tunggu dulu, wisata alam Banyuwangi tidak hanya Pantai Plengkung, Alas Purwo, Baluran, dan Kawah Ijen. Ada lagi lokasi wisata alam lainnya yang tak kalah seru dan wajib dikunjungi meski di masa pandemi seperti sekarang.

Namanya hutan wisata De Djawatan. Lokasinya di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Hutan seluas 4 ha tersebut berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyuwangi Selatan.

Pohon trembesi menjadi tumbuhan mayoritas yang ada di De Djawatan, sekaligus menjadi daya tarik utama. Ini adalah alasan terbesar pengunjung untuk datang berwisata ke kawasan sejuk yang resmi masuk dalam daftar obyek wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi sejak Juni 2018.

Dilansir dari indonesia.go.id, Tumbuhan bernama ilmiah Samanea saman tersebut tumbuh subur di De Djawatan dengan ketinggian 25-30 meter dari permukaan tanah. Menurut Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Panca Putra Sihite, pohon-pohon trembesi di De Djawatan jumlahnya ratusan batang, sepertiganya berusia 100-200 tahun.

BACA JUGA  Gunung Raung Kembali Bergemuruh, Status Masih Waspada

LEAVE A REPLY