Ilustrasi Microsoft. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pengawas perlindungan data Korea Selatan, Rabu (9/6/2021), mengatakan bahwa pihaknya memberlakukan hukuman moneter pada enam perusahaan dan institusi. Termasuk, raksasa teknologi Amerika Serikat Microsoft dan afiliasi dari raksasa internet lokal Kakao, karena gagal melindungi informasi pribadi klien mereka.

Dilansir dari Yonhap, Kamis (10/6/2021), Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (The Personal Information Protection Commission/PIPC) menjelaskan bahwa enam entitas tersebut diperintahkan untuk membayar denda sebesar 84,4 juta won (75.700 dollar AS) — biaya tambahan sebesar 53,4 juta won dan denda administrasi sebesar 31 juta won — atas kebocoran data pribadi klien mereka.

Sanksi finansial itu dilakukan setelah PIPC menerima laporan kebocoran informasi pribadi dari enam entitas tersebut karena peretasan atau kesalahan karyawan.

Selain Microsoft, lima lainnya adalah Ground X yang merupakan anak perusahaan blockchain Kakao, perusahaan perangkat lunak Innovation Academy, Korea Professional Football League, Korea Mountainbike Federation, dan World MathFusion Olympiad Korea.

Keenamnya dikenai denda administrasi, dan tiga di antaranya — Microsoft, Ground X, dan Innovation Academy — juga diperintahkan untuk membayar denda tambahan.

Microsoft dituduh gagal mengambil tindakan perlindungan, seperti kontrol akses, untuk akun administrator sistem pemrosesan informasi pribadinya. Akibatnya, 119.432 akun email Outlook bocor di seluruh dunia, termasuk 144 akun pengguna Korea Selatan.

Laporan kebocoran informasi pribadi dan pemberitahuan pengguna juga tertunda, kata PIPC, seraya menambahkan bahwa dikenakan biaya tambahan sebesar 3,4 juta won dan denda 13 juta won untuk Microsoft.

BACA JUGA  Mirip Zoom, Microsoft Rilis Teams

LEAVE A REPLY