Pranoto bersama alat pirolisis limbah buatan peneliti UNS yang tergabung dalam Analytical Chemistry Research Group. (Foto: BRIN/Humas UNS)

ZNEWS.ID JAKARTA – Produk inovatif berupa Alat Pirolisis Limbah dibuat sejumlah peneliti Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Peneliti yang tergabung dalam Analytical Chemistry Research Group ini ialah Prof Dr Pranoto MSc, Dr Khoirina Dwi N SSi MSi, Dr Dian Maruto Widjonarko SSi MSi, dan Prof Dwi Aries Himawanto.

Pranoto menuturkan bahwa pembuatan pirolisis limbah dilatarbelakangi fakta banyaknya produksi sampah di Indonesia yang mencapai angka puluhan juta ton per tahun. Terlebih, adanya limbah medis Covid-19 semakin menambah jumlah tersebut.

Guru Besar Bidang Kimia Lingkungan Air ini menjelaskan, alat yang jadi setahun lalu itu dapat digunakan untuk melakukan pembakaran limbah atau sampah secara sempurna yang disebut dengan pirolisis. Yakni, pembakaran tanpa efek samping dan tanpa luaran gas padat maupun cair.

Adapun yang dapat dibakar melalui alat ini meliputi berbagai zat organik maupun anorganik dari limbah domestik, medis, dan lain-lain. Seperti daun-daunan, batang, kayu, dan bonggol jagung untuk zat organik. Sementara untuk anorganik, contohnya berupa plastik, styrofoam, APD, masker, botol infus, dan limbah infeksius lainnya.

“Zat organik dan anorganik bisa dihancurkan di situ. Segala hal yang berbau medis bisa dibakar di situ. Jadi tidak mencemari lingkungan. Hanya karena sekarang penanganan Covid-19, saya konsentrasi pada limbah-limbah medis,” jelas Pranoto, dilansir dari laman resmi BRIN, Rabu (9/5/2021).

Berbahan baku stainless steel, pirolisis limbah diperuntukkan untuk lingkup Rumah Tangga (RT) terlebih dahulu. Akan tetapi, Pranoto dan tim dapat merancang dalam bentuk lebih besar bagi rumah sakit, Puskesmas, dan klinik yang memerlukan.

Harapannya dengan alat ini, sampah yang dihasilkan mulai di lingkup RT dapat ditangani langsung dari sumbernya. Sehingga, tidak terbuang begitu saja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

LEAVE A REPLY