Ilustrasi-Portal terpasang di jalan utama Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai upaya menekan penyebaran kasus COVID-19 dengan meminimalkan mobilitas warganya, Kamis (27/5/2021). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]
ZNEWS.ID, JAKARTA – Lonjakan kasus COVID-19 di dua wilayah, yaitu Kudus dan Bangkalan masing-masing disebabkan karena klaster kegiatan keagamaan dan pekerja migran. Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di kanal Youtube Setpres, Senin (7/6/2021).

Menkes mengatakan, di wilayah Kudus Jawa Tengah sebelumnya hanya menangani sekitar 40 lebih pasien. Namun, dalam satu setengah pekan terakhir melonjak hingga 350 pasien.

Selain itu, kasus di wilayah Bangkalan, Madura, Jawa Timur juga mulai mengalami kenaikan drastis dari 10 pasien menjadi 70 pasien dalam periode yang sama.

“Kenaikan yang tinggi ini karena ada peningkatan kasus secara spesifik di klaster ini karena memang Kudus adalah daerah ziarah, sedangkan di Madura banyak pekerja migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga,” kata Menkes.

Menkes menyatakan bahwa pihaknya melakukan tiga strategi untuk penanganan COVID-19 di kedua wilayah tersebut. Pertama, mengurai beban rumah sakit dengan merujuk sejumlah pasien COVID-19 dari Kudus ke Semarang dan dari Bangkalan ke Surabaya. Upaya ini juga diikuti dengan pengiriman dokter tambahan di dua wilayah itu.

“Kapasitas rumah sakit di Semarang dan juga kapasitas rumah sakit di Surabaya itu cukup untuk bisa menerima rujukan dari daerah Kudus dan daerah Bangkalan untuk mengurangi juga tekanan di rumah sakit rumah sakit Kudus dan Bangkalan,” ujarnya.

Kedua, Kemenkes meminta Pemerintah Daerah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan secara maksimal dengan penguatan testing, tracing dan treatment.

BACA JUGA  Kampanye Nasional Disiplin Pakai Masker

LEAVE A REPLY