Ilustrasi. (Foto: zakat.or.id)

ZNEWS.ID JAKARTA – Apabila seseorang memiliki harta yang diperoleh dengan cara yang haram, minimal ada dua kemungkinan. Setiap kemungkinan memiliki cara yang berbeda-beda untuk membersihkan diri darinya.

Pertama, harta haram diperoleh melalui pencurian, korupsi, penipuan, dan kejahatan lain yang pemiliknya ada dan diketahui. Seseorang yang memperoleh harta melalui cara-cara yang haram itu, harus mengembalikannya kepada orang yang berhak.

Kedua, harta haram diperoleh melalui usaha haram dan tidak diketahui dengan pasti orang-orang yang terzalimi dengan adanya usaha tersebut. Misalnya, harta yang diperoleh melalui hasil usaha riba.

Untuk membersihkan diri dari harta tersebut, seseorang dapat memberikan harta hasil usaha haram itu pada fasilitas publik atau kepada fakir miskin.

Sebagian besar ulama berpandangan bahwa seseorang dapat memberikan harta yang diperoleh melalui usaha haram dan tidak diketahui pemiliknya kepada fakir miskin atau kemaslahatan umat muslim.

Hanya saja, sebagian besar berpendapat tidak boleh digunakan untuk membangun masjid dan membeli Al-Qur’an.

Lalu, apakah harta itu halal bagi orang yang menerima? Sebagian besar ulama berpendapat bahwa harta itu halal bagi fakir miskin yang menerima. Hujjah mereka, keharaman pada harta itu karena sebab mendapatkan harta itu dan bukan pada zatnya.

BACA JUGA  5 Tips Menunaikan Zakat Tepat Sasaran

LEAVE A REPLY