Ilustrasi kaus (T-shirt). (Foto: Unsplash/Anomaly)

ZNEWS.ID JAKARTA – T-shirt atau kaus lengan pendek memiliki tempat tersendiri sebagai staple piece yang wajib melengkapi lemari pakaian. Konsepnya terus berubah seiring beragam evolusi signifikan di berbagai era.

T-shirt pertama kali diciptakan oleh William Cotton pada 1864, saat ia mendeklarasikan penemuan mesin rajut komersil. Diikuti iklan pertama t-shirt sebagai pakaian dalam, eksperimen terhadap long john oleh sekelompok penjahit di abad ke-19.

Novelis legendaris F. Scott Fitzgerald menemukan nama “t-shirt” untuk menjuluki kaus lengan pendek tersebut dan menempatkan t-shirt sebagai item pakaian kasual yang ikonis dan kerap menjadi andalan.

Sejarah T-Shape

Di abad pertengahan, antara abad ke-5 hingga akhir abad 15­, t-shirt masih menggunakan material wol dan linen. T-shirt dianggap sebagai pakaian dalam dengan bentuk memanjang di bagian belakang.

Kegunaannya kemudian bergeser saat t-shirt versi William Cotton, diterima oleh khalayak luas, terutama pekerja yang membutuhkan pakaian nyaman untuk dipakai saat liburan.

Pada 1904, perusahaan pakaian dalam Cooper meluncurkan iklan komersial t-shirt dengan konsep before and after. Iklan tersebut menampilkan model pria yang mengenakan crew neck t-shirt, menegaskan sisi praktikal dan kelebihan dari garmen nyaman.

Tak lama, model tersebut diadaptasi oleh angkatan laut Amerika yang mewajibkan perwira mengenakan t-shirt saat berseragam.

BACA JUGA  Inspirasi Flanel Lintas Generasi, dari Mawar de Jongh hingga Iwan Fals

LEAVE A REPLY