Presiden AS Joe Biden memberikan pernyataan usai bertemu dengan pemimpin warga Asia-Amerika membahas “serangan dan ancaman yang terjadi terhadap komunitas,” saat mampir di Universitas Emory di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Jumat (19/3/2021). ANTARA/REUTERS/Carlos Barria/FOC/djo.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar meminta pemerintah Amerika Serikat untuk menjamin keamanan warga negara Indonesia (WNI) serta diaspora Indonesia dari sentimen anti-Asia di negara itu.

Kepada Wamenlu AS Wendy Ruth Sherman dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Senin (31/5/2021), Mahendra menegaskan bahwa sebagai negara demokrasi, Indonesia dan AS berbagi nilai yang sama yaitu menghargai perbedaan.

“Tidak ada tempat bagi diskriminasi, apa pun latar belakang dan alasannya,” kata Mahendra saat menyampaikan pernyataan pers virtual usai pertemuan tersebut.

“Dan kami sampaikan bahwa Indonesia memberikan perhatian tinggi terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dan otoritas Amerika untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga, khususnya WNI dan diaspora Indonesia, di Amerika,” ujar dia, menambahkan.

Permintaan yang disampaikan Wamenlu RI itu disambut positif oleh Wamenlu AS yang menegaskan bahwa kejahatan anti Asia bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi—yang sangat dijunjung oleh pemerintahan Biden-Harris.

“Seperti yang dikatakan Presiden (Joe) Biden bahwa dalam demokrasi, tidak ada ruang untuk intoleransi terhadap kelompok mana pun atas dasar ras, etnis, agama, jenis kelamin, atau orientasi seksual,” ujar Sherman.

Dalam kaitannya dengan hubungan kedua negara, Wamenlu Sherman mengatakan bahwa Indonesia layak mendapat sorotan atas toleransi, keragaman, dan inklusivitas—yang penting bagi pemerintahan Biden-Harris.

BACA JUGA  Biden Cekal Warga dari 36 Negara untuk Kendalikan Corona, Indonesia Tidak Termasuk

LEAVE A REPLY