Ilustrasi lansia. (Foto: bikeforums.net)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Sebelas Maret, Solo, Antonius Andi Kurniawan, merekomendasikan para lansia melakukan latihan fleksibilitas, kardio, kekuatan otot dan keseimbangan. Latihan ini untuk mencegah mereka jatuh sekaligus tetap aktif demi kualitas hidup yang meningkat.

“Lansia bisa menyesuaikan latihan dengan kondisi tubuhnya. Apabila mereka hanya bisa berbaring dan duduk, maka olahraga bisa dilakukan di atas kursi. Yang paling penting tetap aktif, tetap menggerakkan tubuh dan melakukan aktivitas fisik,” ujar dia dalam acara kesehatan tentang lansia, dikutip dari Antara, Senin (31/5/2021).

Pertama, lakukan pemanasan ringan misalnya jalan di tempat pelan-pelan. Setelah itu lakukan latihan fleksibilitas selama 5-10 menit. Regangkan otot tubuh bagian tengah dengan meluruskan tangan ke depan lalu tarik pergelangan tangan ke atas dan ke bawah. Nanti akan terasa stretch di otot-otot bagian lengan. Lakukan 10-15 detik.

Berikutnya, peregangan otot bahu dengan menyilangkan satu tangan di depan dada, sementara tangan lain mendorong ke arah dada. Nanti akan terasa stretch atau tertarik di otot-otot bagian lengan.

Selanjutnya, latihan peregangan otot tungkai bawah. Luruskan kaki, pointing-kan kaki ke arah atas dan sebisa mungkin sentuhlah ujung sepatu. Rasakan stretch di paha belakang.

Setelah itu, latihan peregangan untuk otot badan, dada dengan menjulurkan tangan ke belakang hingga terasa otot dada ter-stretch. Untuk otot bagian samping, naikkan tangan ke atas lalu condongkan ke samping kiri atau kanan.

“Yang paling penting merasakan ada otot yang teregang dan jangan sampai ada rasa sakit. Kita lakukan stretching hanya sampai ada rasa tidak nyaman, tujuannya untuk meningkatkan fleksibilitas atau mobilitas otot sehingga mencegah cedera,” tutur Andi.

BACA JUGA  Menjadi Lansia yang Sehat Jasmani dan Rohani

LEAVE A REPLY