Ilustrasi. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) menurunkan enam tim relawan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Makassar. (Foto: DD Sulsel)

ZNEWS.ID, PURWOKERTO – Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Indra Permanajati mengingatkan pentingnya mitigasi bencana berbasis riset agar makin optimal dan tepat sasaran.

“Mitigasi berbasis riset artinya penanganan bencana dirancang dengan kaidah atau metode yang ilmiah,” katanya di Purwokerto, Banyumas, Kamis.

Koordinator Bencana Geologi Pusat Mitigasi Unsoed itu menambahkan kaidah ilmiah itu disusun berdasarkan urutan dan pola yang tepat sesuai dengan kondisi suatu wilayah.

“Seperti contoh dalam penanganan bencana di suatu wilayah wajib dilakukan pemetaan menyeluruh untuk identifikasi bencana secara akurat. Setelah diidentifikasi baru bisa melakukan langkah-langkah penanganan baik itu prabencana, saat bencana maupun pascabencana,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, pemilihan teknik mitigasi dapat lebih tepat dan mendekati substansi yang nyata sehingga kemungkinan keberhasilan dalam proses mitigasi lebih besar dan efisiensi, sehingga dalam penanganan bisa lebih efisien.

“Karena tujuan dalam mitigasi berbasis riset adalah menghindari penanganan bencana yang tidak tepat sasaran,” katanya.

Dia menambahkan mitigasi bencana adalah usaha untuk meminimalkan terjadinya risiko bencana karena adanya bencana, baik bencana alam, nonalam dan lain sebagainya.

BACA JUGA  LIPI Ingatkan Pentingnya Pengetahuan dan Kesadaran Mitigasi Bencana

LEAVE A REPLY