Ilustrasi: Jemaah haji melakukan tawaf, mengelilingi kabah, di Masjidil Haram dengan menjaga jarak pada ibadah haji 2020 di Kota Makkah, Arab Saudi. (Foto: ANTARA/REUTERS/Saudi Ministry of Media via / La/pri)

ZNEWS, JEDDAH – Otoritas Arab Saudi telah menyetujui sejumlah rekomendasi untuk musim Haji 1442 H, terutama protokol kesehatan dan langkah-langkah pencegahan yang diimplementasikan selama masa haji 1441 H.

Dikutip dari Saudi Gazette, otoritas tengah mempelajari kemungkinan implementasi protokol dan langkah-langkah tersebut dalam proporsi jumlah jamaah, area-area tenda, fasilitas, dan kelengkapan di situs-situs suci, serta merujuk pada keputusan yang dicapai oleh Komite Tinggi Haji dan otoritas serta agensi yang terkait.

Protokol-protokol itu merujuk pada kondisi yang harus dipenuhi sebelum tiba di zona haji, yang termasuk kelompok usia yang diizinkan, kondisi kesehatan yang baik, dan para kandidat harus bebas dari penyakit kronis. Jamaah dipastikan tidak perlu menjalani dialisis ginjal atau menderita penyakit kronis yang membutuhkan perawatan rumah sakit selama enam bulan terakhir. Mereka juga harus memiliki izin untuk melaksanakan haji.

Selain itu jamaah harus telah menerima vaksin COVID-19 sebelum mengikuti ibadah haji. Bagi mereka yang datang dari luar negeri diwajibkan untuk telah menerima vaksin yang disetujui oleh Arab Saudi dalam dosis lengkap. Mereka harus menunjukkan sertifikat yang disetujui oleh otoritas kesehatan resmi dari negara asal serta hasil tes PCR yang menunjukkan negatif COVID-19. Hasil tersebut harus dikeluarkan dari laboratorium yang diakui di negara asal.

Adapun untuk jamaah domestik, kondisi yang diperlukan untuk melakukan haji termasuk untuk menerima setidaknya satu dosis vaksin yang disetujui, dengan persyaratan bahwa 6 hingga 8 pekan telah dilalui sejak dosis yang terakhir diterima. Selain itu, dosis kedua harus diterima saat jamaah mendapatkan persetujuan awal untuk haji, dalam periode setidaknya dua pekan sebelum menuju area-area ibadah Haji.

Tes usap menggunakan PCR juga diwajibkan untuk memastikan jamaah bebas dari COVID-19. Pengujian ini harus dilakukan 40 jam sebelum menuju area-area prosedur saat ketibaan di area-area haji.

BACA JUGA  Indonesia Berharap Termasuk Negara yang Warganya Diizinkan Ibadah Umrah oleh Arab Saudi

Kontrol yang ditentukan oleh otoritas telah menyebutkan secara spesifik bahwa prosedur harus diikuti di titik-titik masuk di dalam dan di luar negara itu. Hal tersebut termasuk verifikasi dokumen kesehatan, pengecekan sertifikat vaksinasi, dan jamaah melakukan prosedur pemindaian visual.

LEAVE A REPLY