Ilustrasi lansia. (Foto: Pexels.com/Publicdomainpictures)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Johny Sulistio, mengungkapkan kebutuhan para lansia agar bisa bersemangat dan bahagia dalam hidup. Yakni, memfasilitasi para lansia agar bisa beraktivitas bersama rekan-rekan seusianya.

Kegiatan yang dilakukan bisa beragam seperti memasak, membuat kerajinan tangan, menyanyi, berdansa, dan lain-lain. Saat para lansia bisa melakukannya, kemudian akan muncul self rewarding dan inisiatif-inisiatif yang pada akhirnya membuat mereka lebih bersemangat.

“Saya mau ambil contoh, situasi jalan-jalan bersama. Bayangkan kalau ini dilakukan secara reguler, para oma dan opa sudah berpikir tanggal segini jalan-jalan, mau ketemu ini, membangun aura jadi bersemangat,” ujar dia dalam webinar, dikutip dari Antara, Rabu (26/5/2021).

Anda bisa menciptakan sesuatu yang membuat kehidupan para lansia ini terasa lebih ceria, sesuatu yang dekat dengan kehidupan dan keseharian mereka. Setelahnya, jadikan itu sebagai bagian dari rutinitas.

Johny, yang menjabat sebagai Business Head of Pajajaran Medical Education Center (Parameter) itu mencontohkan, seorang lansia yang merupakan ibu dari rekannya bahkan langsung menunjukkan tanda-tanda bahagia setelah mendengar akan dipertemukan dengan teman sesusianya.

“Caregiver-nya, anaknya, saya ajak ngomong ajak ketemu sama opa yang satu itu (dengan temannya itu). Bayangkan, hanya kami ngomong begitu saja, dia tiba-tiba suaranya menjadi lebih berbinar-binar. Kami coba fasilitasi. Satu, dua minggu dia masih berbinar lalu setelah itu lupa lagi. Tapi, kami stimulasi lagi, memberikan gairah hidup (untuk lansia),” tutur dia.

Contoh lainnya, ibu Johny sendiri. Dia bercerita, ibunya yang sangat suka menonton tayangan televisi, suatu waktu pernah diberi ponsel berukuran besar. Awalnya sang ibu menolak pemberian itu. Tetapi, saat Johny menciptakan koneksi dengan kakak sang ibunda di Belanda melalui ponsel itu, perlahan muncul ketertarikan. Kemudian, kegiatan berkontak lewat ponsel pun menjadi rutinitas sang ibu sehingga tak melulu terfokus pada televisi.

BACA JUGA  Menjadi Lansia Mandiri dan Healthy Aging

LEAVE A REPLY