Ilustrasi: Relawan mengusung poster bertuliskan Terima Kasih Anda Tidak Mudik saat aksi di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (5/5/2021). (Foto: ANTARA/Maulana Surya/aww)

ZNEWS ID JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus harian di Indonesia bertambah rata-rata 5.000 kasus per hari dalam beberapa hari terakhir usai tradisi mudik Lebaran 2021.

“Dalam tiga hari terakhir ini bertambah 5 ribu kasus, Kamis (20/5/2021) mencapai 5.797 kasus, Jumat (21/5/2021) sebanyak 5.746 kasus, Sabtu (22/5/2021) 5.296 kasus dan Ahad (23/5/2021) sebanyak 5. 280 kasus,” kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander Ginting dalam acara webinar “Antisipasi Lonjakan Kasus Covif-19 Pascaarus Balik” yang disiarkan secara virtual, Senin (24/5/2021).

Alexander mengatakan bahwa situasi tersebut merupakan pertanda bagi masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 dalam dua hingga empat pekan ke depan sesuai masa inkubasi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Sebagaimana arahan pak Presiden Joko Widodo, kita dalam dua hingga empat pekan ke depan harus hati-hati termasuk, para ibu rumah tangga yang akan menerima asisten rumah tangganya yang pulang dari mudik. Bisa saja mereka tertular,” katanya.

Alexander juga melaporkan terkait peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit di pulau Jawa, di antaranya Jawa Barat bertambah sekitar 3 persen, DKI Jakarta 2,3 persen, di Jawa Tengah 6,9 persen, dan di Yogyakarta 6,3 persen.

Menurut Alexander, Kementerian Kesehatan telah melaporkan terdapat 54 varian baru SARS-CoV-2 yang tergolong ‘Variant of Concern (VOC)’ Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian baru yang berhasil teridentifikasi di Indonesia berdasarkan hasil Whole Genome Sequence (WGS), di antaranya 18 kasus B117, empat kasus B1351 dan 32 kasus B1617.

BACA JUGA  Demi Jaga Jarak, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Pengungsian Dua Kali Lipat

LEAVE A REPLY