Ilustrasi. (Foto: Ist)

Oleh: Yonatan Y Anggara (PM Bakti Nusa 9 Yogyakarta)

ZNEWS.ID JAKARTA – Barangkali. Pada titik dalam setiap hidup, manusia akan dihadapkan pada sudut pandang yang kompleks. Artinya, pada suatu titik loncat tertentu, manusia memiliki pola yang rumit dan abstrak.

Setiap satu individu dengan yang lainya memiliki ciri khas tersendiri dalam menyikapi suatu hal yang terjadi di alam semesta ini. Kejadian yang terjadi boleh jadi sama, waktunya juga mungkin tidak berbeda yang membedakan mungkin hanya satu, kelapangan hati

Barangkali. Berbicara mengenai kelapangan hati merupakan hal yang cukup mudah jika diterjemahkan secara harfiah. Namun secara realitas, cukup sulit bukan, bersahabat pada hal-hal yang tidak kita inginkan keberadaanya? Maksudku, seperti bersahabat dengan masalah, merayakan kegagalan, mencintai kecewa, bahkan prihal lelah.

Lelah dan Organisasi

Organasi adalah barang yang hidup, dinamis dan cepat berubah. Mirip dengan organ. Ada dua kemungkinan di dalamnya. Bertumbuh dan menumbuhkembangkan menjadi semakin rindang atau malah mati sama sekali. Sayang sekali, dalam proses bertumbuh, organisasi itu tidak pernah menjanjikan kemudahan dalam prosesnya.

Konteks berorganisasi yang mengharuskan kita berinteraksi dengan banyak orang yang berbeda latar belakang membuat kita harus sadar satu hal. Bahwa, setiap orang punya kadar tersendiri dalam sudut pandangnya.

Dalam berbuat baik sekalipun, terkadang masih ada yang menghujat, tidak suka bahkan menggunjingmu. Apakah itu berarti kamu benar benar tidak baik? Bukan. Sama sekali bukan.

Ini hanya semacam perbedaan intepretasi saja. Setiap orang punya indikator kebaikan yang berbeda. Artinya, baik menurutku belum tentu baik menurutmu. Hal ini berlaku pula pada sebaliknya, ketidakbaikan.

BACA JUGA  6 Tanda Tubuh Kurang Gerak, Kehabisan Napas hingga Sulit Ingat

LEAVE A REPLY