Ilustrasi lansia. (Foto: Pexels.com/Publicdomainpictures)

ZNEWS.ID JAKARTA – Para pakar kesehatan memberikan sejumlah saran agar para lansia bisa hidup sehat dalam menjalani hari-hari mereka di usia senja. Salah satunya, dokter penyakit dalam sub spesialis geriatri FKUI-RSCM, Siti Setiati, yang menekankan pentingnya pemeriksaan rutin minimal setahun sekali.

Siti yang juga Ketua PB Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI), mengatakan bahwa pemeriksaan ini menjadi upaya pencegahan agar penyakit yang mungkin diderita lansia tidak semakin parah.

“Lansia biasanya mengalami setidaknya 5-10 jenis masalah kesehatan. Mulai dari pneumonia, hipertensi, diabetes, stroke, katarak, hingga sarkopenia/penurunan massa otot. Terlebih lagi paparan radikal bebas juga bisa mempercepat/memperburuk proses penuaan. Selain itu juga ada gangguan psikologis seperti demensia, depresi dan penurunan kapasitas fungsional sampai membutuhkan caregivers. Untuk itu, disarankan agar lansia melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali,” tutur dia, dikutip dari Antara, Sabtu (22/5/2021)

Selain itu, Siti juga menyarankan para lansia tetap aktif melalui olahraga rutin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencetuskan konsep active aging, sebagai proses optimalisasi kesempatan kesehatan, partisipasi, dan keamanan guna meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

Artinya, semua orang dapat dan perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan seseorang terus aktif dan sehat, serta berfungsi dengan optimal secara fisik, sosial, maupun psikologis dalam kehidupannya sehari-hari, sampai berapapun usia mereka.

Saat seseorang menua, terjadi perubahan-perubahan fisik yang berujung penurunan kondisi, dimulai dari bagian luar seperti kulit dan wajah, diikuti juga perubahan bagian dalam tubuh, seperti penurunan kerja organ tubuh yang bisa memengaruhi kualitas kesehatan.

Dalam rangka memelihara kesehatannya, lansia juga perlu menjaga asupan nutrisi. Dokter spesialis gizi klinik sekaligus dosen ilmu gizi di Universitas Indonesia, Fiastuti Witjaksono, mengatakan bahwa nutrisi yang tepat tak hanya untuk membantu pemeliharaan kesehatan dan mengurangi timbulnya penyakit kronis.

BACA JUGA  Cegah Preeklampsia, Ibu Hamil Disarankan Diet Rendah Garam

LEAVE A REPLY