Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Sehatq.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kehamilan merupakan kebahagiaan bagi pasangan yang menginginkan keturunan. Namun, tidak semua kehamilan dapat berjalan dengan lancar. Ada satu kondisi berbahaya dalam kehamilan yang meskipun cukup sering terjadi tetapi masih belum terlalu dikenal, yaitu preeklamsia.

Preeklamsia atau kondisi hipertensi (meningkatnya tekanan darah) yang terjadi pada saat kehamilan kadang dikenal juga dengan nama toxemia gravidarum atau keracunan kehamilan, yang dapat menyebabkan kejang mendadak pada kehamilan.

Preeklamsia sendiri merupakan kondisi sebelum terjadinya eklampsia yang merupakan komplikasi pada kehamilan yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil, selain pendarahan.

Meskipun penyebab pasti belum dapat dijelaskan, preeklampsia sering dihubungkan dengan adanya permasalahan plasenta. Oleh karena itu, preeklampsia terjadi pada paruh akhir kehamilan (di atas 20 minggu) atau setelah plasenta terbentuk di dalam rahim hingga 6 minggu setelah melahirkan.

“Kami menganggap serius masalah ini dari tahun ke tahun, demikian juga para dokter kandungan di seluruh dunia. Kami berharap para ibu hamil beserta pasangan dan keluarganya juga lebih menyadari bahayanya dengan mengenali gejalanya dan terbuka pada dokter kandungannya mengenai masalah kesehatan yang dialami. Dengan demikian, diharapkan kita bersama-sama bisa lebih meningkatkan kewaspadaan dan segera bergerak (act now, screen now) untuk mencegah terjadinya preeklampsia ini,” kata Dr dr Agus Sulistyono, SpOG(K) KFM, Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal Surabaya dalam webinar pada Jumat (21/4/2021).

Berdasarkan data dari International Society for the Study of Hypertension in Pregnancy dan Preeclampsia Foundation, preeklamsia mengakibatkan kematian lebih dari 75 ribu ibu hamil dan 500 ribu bayi setiap tahunnya.

Agus Sulistyono menjelaskan bahwa hal ini berarti 1 dari 10 ibu hamil ini akan mengalami preeklampsia dan 20 persen dari yang terdampak preeklampsia ini akan berhubungan dengan terjadinya persalinan preterm atau kelahiran prematur.

BACA JUGA  Cegah Preeklamsia, Ibu Hamil Disarankan Diet Rendah Garam

LEAVE A REPLY