Dokumentasi: Perdana Menteri India Narendra Modi. (REUTERS/ADNAN ABIDI)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Tsunami COVID-19 yang telah memporakporandakan tatanan sosial di India berpengaruh signifikan terhadap popularitas Perdana Menteri Narendra Modi.

India telah melaporkan rekor 4.529 kematian yang disebabkan oleh virus korona dalam 24 jam terakhir sementara kasus baru naik 267.334. Hal itu membuat popularitas Modi turun ke level terendah, menurut sebuah survey terbaru.

Secara total, kasus COVID-19 India mencapai 25,5 juta, kedua setelah Amerika Serikat, dengan jumlah kematian 283.248, data kementerian kesehatan menunjukkan pada Rabu (19/5/2021).

Ketika negara Asia Selatan itu berjuang untuk menahan gelombang kedua pandemi virus Corona yang menghancurkan, sebuah survei yang dilakukan Morning Consult terhadap selusin pemimpin global menunjukkan peringkat keseluruhan Modi minggu ini berada di 63 persen, terendah sejak perusahaan AS itu mulai melacak popularitasnya pada Agustus 2019.

Modi, yang berkuasa pada 2014 dan terpilih kembali pada 2019 dengan mayoritas terbesar dari pemimpin India mana pun dalam 30 tahun, telah lama memupuk citra pemimpin nasionalis Hindu yang kuat.

Tetapi beban kasus COVID-19 India melonjak melewati 25 juta kasus pekan ini, memperlihatkan kurangnya persiapan dan mengikis basis dukungan Modi.

Penurunan besar terjadi pada bulan April ketika persetujuan bersihnya turun 22 poin. Penurunan tajam itu terjadi ketika pandemi tampaknya melanda pusat-pusat kota besar seperti New Delhi, di mana rumah sakit kehabisan tempat tidur dan oksigen.

BACA JUGA  Dalam Dua Hari, Terjadi 4.000 Kematian Akibat COVID-19 di India

LEAVE A REPLY