Ilustrasi operasi mata katarak. ( rsmataachmadwardi.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Mata katarak adalah suatu kondisi yang tak dapat dihindari oleh siapapun. Pasalnya, penyebab katarak yang utama adalah proses penuaan. Semakin bertambah usia, proses regenerasi sel-sel dalam tubuh makin melambat. Protein-protein pun kian menumpuk di mata. Inilah asala muasal terbentuknya lapisan keruh dalam lensa mata yang disebut katarak.

Katarak hanya dapat diatasi dengan melakukan tindakan operasi. Meski tidak semua penderita katarak wajib melakukan operasi karena kondisi ini terjadi secara perlahan. Mulanya, kekeruhan pada lensa terasa tipis bahkan tidak dirasakan. Kemudian, katarak menjadi semakin tebal.

Keluhan akan penglihatan yang kabur pun semakin terasa. Ketika dibiarkan terlalu lama, itulah yang paling sering mengakibatkan kebutaan. Ujung-ujungnya, tetap harus operasi katarak.

Risiko Operasi

Semua tindakan bedah yang dilakukan tentu saja memiliki risiko.  Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat operasi katarak semakin aman, cepat, dan meminimalisasi risiko.

Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat mencatat studi yang dilakukan pada 221.594 pasien yang menjalankan operasi katarak di antara tahun 1994 dan 2006. Studi tersebut menemukan bahwa pasien yang mengalami setidaknya satu jenis komplikasi hanya berupa 5% dari total responden.

Artinya, 95% dari seluruh responden, tidak mengalami komplikasi. Terlebih lagi, ttudi tersebut juga dibagi menjadi tiga periode, yakni tahun 1994-1995, 1999-2000, dan 2005-2006. Dan, hasilnya menunjukkan data terjadinya komplikasi semakin menurun tiap periodenya.

Meski tingkat kesuksesannya tinggi, calon pasien operasi katarak tetap harus mengetahui risiko yang dapat terjadi. Jadi, apabila merasakan gejala-gejala bermasalah, dapat cepat mengambil tindakan dan berkonsultasi dengan dokter.

BACA JUGA  Kenali Ablasio Retina, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen

LEAVE A REPLY