Ilustrasi tobat. (Foto: makmalpendidikan.net)

ZNEWS.ID JAKARTA – Detoksifikasi adalah proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Proses ini sangat baik untuk mengembalikan fungsi organ-organ tubuh yang berkurang kinerjanya karena terhambat oleh banyaknya racun yang mengendap di tubuh, terutama dalam darah.

Biasanya, setelah racun dibuang, tubuh akan menjadi lebih segar dan terasa rileks. Karena setiap orang memiliki metabolisme berbeda-beda, efek yang muncul saat dilakukan proses detoksifikasi juga tidak sama.

Beberapa gejala yang sering dialami selama terjadinya proses detoksifikasi, antara lain sakit kepala, pilek, demam ringan, nyeri pada otot dan sendi, gatal pada kulit atau ruam, gangguan emosi, kedinginan, serta perubahan warna urine yang memperlihatkan keluarnya racun dari dalam tubuh.

Jika proses menghilangkan atau detoksifikasi racun dari dalam tubuh amat bagus hasilnya, meskipun memiliki gejala sampingan yang terkesan menyakitkan, lalu bagaimana dengan proses detoksifikasi dosa yang ada dalam hati kita?

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

Sesungguhnya dosa dapat menurunkan fungsi dan sensitivitas hati. Oleh sebab itu, kita perlu melakukan detoksifikasi atau menghilangkan dosa dari hati secara berkala agar fungsi hati kembali normal.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan ‘ar raan’ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (HR Tirmidzi)

BACA JUGA  Sedekah Menghapus Dosa

LEAVE A REPLY