Ilustrasi radikalisme. (Foto: Istimewa)

Oleh: Nanang Sumanang (Guru Sekolah Indonesia Davao-Filipina)

ZNEWS.ID JAKARTA – Masyarakat Indonesia dikejutkan oleh aksi pemboman bunuh diri di depan gereja Katedral Makasar pada Minggu (28/3/2021), yang menewaskan dua korban pelaku dan 50 yang terluka. Tak lama, kejutan datang lagi

peristiwa penembakan seorang wanita muda yang datang ke mabes polri sendirian, sambil menodongkan pistol. Akibatnya, wanita itu tewas ditembak timah panas anggota polisi Rabu (31/3/2021).

Para pelaku yang diduga adalah teroris ini diduga mempunyai hubungan dengan jaringan teroris lain, juga bisa berdiri sendiri.

Dalam dunia filsafat, untuk membahas sesuatu, harus disepakati dulu definisi dari sesuatu atau peristiwa tersebut. Definisi berasal dari bahasa latin de dan finire (membatasi, selesai, sampai pada suatu).

Sejak zaman Aristoteles memperkenalkan definisi dengan cara menggunakan genus (proximum) yang bersifat umum dan differantia yang bersifat membatasi, definisi menjadi sangat perlu untuk menyediakan penjelasan-penjelasan cara pemakaian istilah-istilah kunci, baik dalam logika formal maupun informa (Lorens Bagus, 2000).

Definisi Terorisme

Ada lebih dari seratus definisi terorisme yang diberikan para ahli atau lembaga sesuai dengan cara pandang dan situasi kondisi ketika definisi tersebut dibuat. Sehingga, untuk mendapatkan definisi terorisme secara baku agak sulit kita temukan.

Dalam dunia prajurit kekaisaran Romawi dulu, ada frasa cimbricus terror yang berarti untuk menakut-nakuti, menggambarkan kepanikan prajurit Romawi ketika prajurit lawan beraksi dengan hebat dan keras.

Dalam revolusi Perancis, kata terror menjadi le terreur atau terrere yang berarti kekerasan yang sangat brutal terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oleh pemerintah, karena mereka melawan/anti pemerintah.

BACA JUGA  Pendidikan: Antara Inovasi dan Marginalisasi (2)

LEAVE A REPLY