Ilustrasi membaca Al-Qur’an. (etahfizh.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ramadan bermakna bulan pembakaran. Apa yang harus dibakar? Yang Allah minta adalah:

  • Pembakaran dosa-dosa. Begitu selesai Ramadhan, akan mendapatkan apresiasi dan doa dari saudara-saudara kita, yaitu “minal ‘aidin”.
  • Pembakaran jiwa. Jiwa kita yang keras, hati kita yang seperti batu, dibakar dengan cara nafsu kita oleh Allah dipaksa untuk melakukan banyak amal yang wajib dan sunnah. Di siang hari, nafsu lapar dan nafsu makan kita harus dilatih dengan menahannya melalui puasa. Waktu malam, nafsu tidur kita dilatih dengan melek untuk melaksanakan shalat Tarawih. Waktu sahur, menjadi waktu yang barokah. Sedang tidak nafsu makan, disuruh makan. Sebaliknya, sedang nafsu-nafsunya makan dan minum di siang hari justru disuruh menahan diri.

Tujuan pembakaran ini agar hati kita lunak, hati kita mudah dibentuk. Dan, bentuk yang diinginkan adalah “la’allakum tattaqun”, bentuk orang yang bertakwa.

Orang yang bertakwa, di QS Al-Hujurat: 13, disebutkan sebagai bentuk paling mulia: “inna akramakum ‘indallahi atqokum.”

Kalau kita sudah melunakkan hati dan jiwa kita dengan amalan-amalan saat Ramadan, kita berharap di akhir Ramadan nanti orang-orang akan memberikan apresiasi dan doa, setelah “minal a’idin” dilengkapi dengan “wal faizin”.

Jadi lengkapnya, “ja’alallahu lakum minal aidina wal faizin”: semoga Allah menjadikan engkau orang yang kembali suci, tanpa dosa, tanpa nista, dan juga menjadi pemenang karena engkau meraih ketakwaan.

BACA JUGA  4 Tips Merawat Kulit Tetap Sehat dan Cantik Selama Ramadan

LEAVE A REPLY