Ilustrasi. (Foto: SHUTTERSTOCK/namtipStudio)

Oleh: Musfira Muslihat (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Yogyakarta)

ZNEWS.ID JAKARTA – Tepat pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan kasus pertama virus Corona di Tanah Air. Covid-19 atau biasa yang dikenal dengan virus Corona merupakan virus yang awalnya dideteksi di Kota Wuhan, Cina di awal Desember 2019.

Penularan yang cepat dari virus Corona dapat memunculkan fobia takut mati atau tanotphobia. Tanotophobia merupakan kecemasan atau perasaan takut akibat pemikiran terhadap kematian atau segala hal yang berhubungan dengan kematian (Sinoff, 2017).

Faktor yang memengaruhi individu mengalami tanotophobia adalah religiusitas, gender, keadaan psikologis, dan usia. Namun, faktor yang sangat memengaruhi adalah keadaan psikologis. Khususnya, orang-orang dengan keadaan psikologis cemas.

Umumnya, tanotphobia terjadi pada rentang perkembangan dewasa. Misalnya saja, jika dalam keluarga terdapat lansia, maka orang dewasa di keluarga tersebutlah yang cemas karena takut orang tua mereka meninggal.

Namun, lansia tersebut tidak setakut itu dalam menghadapi kematian (Sinoff, 2017). Usia lansia umumya lebih bijak menghadapi kematian sehingga ketakutan terhadap pikiran kematian dapat lebih rendah daripada usia dewasa.

Dewasa, perempuan, orang dengan kepercayaan diri rendah, dan orang dengan gangguan emosi mudah mengalami tanotphobia. Di lain sisi, orang-orang yang rentan terjangkit virus corona adalah usia 49 hingga 56 tahun.

Umumnya pasien yang terjangkit virus Corona merupakan pasien yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, dan kardiovaskular. Sehingga, usia lanjut yang meninggal akibat virus Corona disebabkan karena kegagalan beberapa organ tubuh.

BACA JUGA  Robotisasi di Sejumlah Pekerjaan Kian Tak Terbendung Akibat Pandemi

LEAVE A REPLY