Tim medis menghapus tato salah satu peserta dengan cara laser yang diadakan Baznas (BAZIS) DKI Jakarta dengan Islamic Medical Service di Masjid Darul Jannah Komplek Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (23/4/2021). (Foto: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

ZNEWS.ID JAKARTA – Duduk bersila di ruang utama Masjid Darul Jannah, Ivan Nulhakim, pria asal Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berusaha menahan rasa gugupnya, meski saat itu suasana hening.

Beberapa kali, ia membetulkan masker yang menutupi hidung dan bibirnya. Sesekali, ia mengelus jenggot yang sudah tumbuh panjang dan mengubah posisi kakinya saat duduk bersila.

Suasana pagi di rumah suci yang berada di kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu memang tidak biasa menjelang ibadah salat Jumat.

Bersama dengan 55 orang lainnya, ia menanti satu perubahan yang mungkin menjadi lompatan besar dalam perjalanan spiritualnya. Perubahan itu adalah berikhtiar menghapus tato yang selama ini terukir di tubuh mereka.

Menghapus tato bukanlah perkara mudah. Gampang dan instan dibuat, namun perlu usaha keras untuk menghilangkannya. Konsekuensinya, rasa panas bak terbakar harus dijalani selama proses menghapus tato, begitu juga kondisi kulit, pastinya tak seperti dulu lagi.

Namun, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menuntun para peserta semakin kuat terhadap komitmen mereka menghapus tato.

“Saya ingin hijrah. Mudah-mudahan dengan saya hapus tato ini, bisa hilang juga dosa saya,” kata Ivan yang sehari-harinya menjadi pedagang kelontong.

BACA JUGA  Berolahraga saat Puasa, Ini Hal yang Harus Diperhatikan

LEAVE A REPLY