Ilustrasi itikaf. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan. Dikutip dari Abdul Manan dalam bukunya Kesempurnaan Ibadah Ramadhan bahwa bulan ini memiliki nama yang banyak, dengan arti yang sama-sama mulia.

Disebut sebagai syahrullah karena Allah menyandarkan puasa pada diri-Nya. Disebut Syahrul Qur’an karena di dalamnya diturunkan Al-Quran. Disebut Syahrus Siyam karena di bulan ini dilatih diri untuk melaksanakan ibadah yang Allah sandarkan kepada diri-Nya bagi yang berpuasa.

Syahrul Rahmah  karena di bulan ini, Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Kemuliaan bulan ini berlanjut hingga di 10 hari terakhir di Bulan Ramadan.

Sepuluh hari terakhir Ramadan sering disebut juga dengan malam lailatul qadar. Malam ini disebutkan dalam Al-Qur’an lebih baik dari malam seribu bulan.

Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur’an menegaskan bahwa lailatul qadar merupakan malam yang mulia, yang bila diraih maka ia akan menetapkan masa depan umat manusia. Pada malam itu, para malaikat turun ke bumi membawa ketenangan dan kedamaian.

Amalan pada 10 Hari Sebelum Ramadan Berakhir

Menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari, penulis Fathul Baari menyebut ada tiga amalan yang mesti diamalkan. Pertama, memperbanyak sedekah. Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Ketiga, memperbanyak itikaf di masjid.

1. Memperbanyak Sedekah

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Maka, orang yang bersedekah merupakan orang yang benar pengakuan imannya. Sedangkan menurut syariat, sedekah hampir sama dengan infaq yaitu mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu.

BACA JUGA  10 Keutamaan Ramadan

LEAVE A REPLY