Usai Diperiksa: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ketika diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya, Senin (6/1/2020). (Foto: Antara/Fianda Rassat)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Informasi puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lolos tes wawasan kebangsaan dalam proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) beredar di masyarakat. Hal yang menarik perhatian adalah salah satunya Novel Baswedan, penyidik KPK yang dinilai memiliki integritas tinggi dalam penegakkan korupsi.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang tutur bereaksi dengan kabar tersebut.

“Kalau tidak lulus tes COVID itu dibuktikan dengan bukti lab dengan metode tes yang diterima secara ilmiah, hasilnya disampaikan kepada pasien,” ucap Saut dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Jika tidak lulus tes masuk ASN, lanjut dia, analoginya sama harus ada tabulasi tiap orang mengapa seseorang tidak lulus di lembaga yang dia sudah bekerja tahunan yang key performance indicator (KPI) sudah terbukti.

Menurut dia, seharusnya tujuan dari proses alih status tersebut adalah memilih pegawai yang mampu membangun kinerja, dedikasi, kompetensi, dan integritas dalam pemberantasan korupsi.

“Jadi, tujuan seleksi adalah memilih aparat penegak hukum yang mampu membangun nilai-nilai kinerja. Dedikasi, kompetensi, dan integritas yang pasti itu yang utama. Yang lain-lain, misalnya sebagaimana logo KPK dengan Garuda di dalamnya itu sudah tuntas dengan hasil tes integritas,” ujar Saut.

Saut berpendapat bahwa pegawai yang telah bekerja bertahun-tahun dalam upaya pemberantasan korupsi tidak perlu diragukan lagi integritasnya.

BACA JUGA  Kasus BLBI Dihentikan, MAKI Bersiap Gugat Praperadilan KPK

LEAVE A REPLY