Ilustrasi: Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) menggelar kampanye kesadaran Ramadan di Hong Kong, Minggu (11/4/2021), pukul 15.00-17.00, di tiga tempat berbeda. (Foto: DDHK)

ZNEWS.ID JAKARTA – Seperti halnya umat muslim di seluruh dunia, sebanyak 300.000 umat muslim di Hong Kong juga ikut merayakan Ramadan. Sebagai kota yang menghargai keragaman, Hong Kong memiliki banyak pilihan tempat makan dan toko halal bagi para wisatawan dan umat muslim lokal.

Hong Kong juga memiliki lima masjid besar yaitu Masjid Kowloon, Masjid Al Ammar, Masjid Jamie, Masjid Chai Wan, dan Masjid Stanley, serta sejumlah musala di berbagai tempat.

Umumnya, selama Ramadan ini, seluruh aktivitas akan terpusat di masjid. Mulai dari berbuka puasa, salat berjamaah hingga saling berbagi kebutuhan di antara masyarakat setempat.

Imam Besar Hong Kong, Muhammad Arshad, mengatakan bahwa situasi Ramadan di Hong Kong terasa berbeda sejak Pandemi Covid-19 melanda tahun lalu.

Pada 2020 lalu, masjid ditutup sekitar setengah Ramadan. Setelahnya, masjid dibuka, namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para jemaah diwajibkan menjaga jarak dan mengenakan masker selama salat di masjid.

“Ramadan tahun lalu dan tahun ini memang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, kami masih melaksanakan salat tarawih di dalam masjid, dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk menjaga jarak,” ujarnya, dikutip Antara, Selasa (4/5/2021).

Arshad menambahkan, umat muslim juga tidak lagi melakukan buka puasa di masjid. Biasanya, jemaah akan membawa makanan dan minuman bukan hanya untuk berbuka puasa tapi juga dibagikan ke warga setempat.

BACA JUGA  Manfaatkan Wakaf Produktif Guna Lahirkan Lapangan Pekerjaan Baru

LEAVE A REPLY