Ilustrasi mutasi virus Corona. (Foto: Unsplash/Fusion Medical Animation)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Sejumlah pakar ilmu kesehatan di Indonesia belum menemukan bukti ilmiah tentang perbedaan gejala yang dialami pasien saat terpapar varian baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang valid tentang ada tidaknya beda gejala. Yang ada adalah kemungkinan lebih menular dan atau lebih berat perjalanan penyakitnya,” kata Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama melalui pesan singkat di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Tjandra saat dikonfirmasi terkait pesan yang beredar di media sosial seputar perbedaan gejala dari varian baru dan varian lama SARS-CoV-2.

Pesan tersebut disampaikan dalam tampilan gambar yang menerangkan munculnya gejala tambahan pada varian baru.

Jika varian lama ditandai dengan gejala demam, kehilangan kemampuan merasa dan mencium, serta batuk parah. Pada varian baru muncul gejala lain seperti sakit dan nyeri badan, mata memerah, sakit tenggorokan, diare, perubahan warna pada jari tangan dan jari kaki, sakit kepala hingga gangguan kulit.

Informasi tersebut juga diklarifikasi oleh Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. “Kalau sampai saat ini, tidak ada perbedaan klinis yang varian baru atau varian lama,” katanya.

Namun Siti Nadia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai gejala dari sejumlah varian baru yang terkonfirmasi masuk ke Indonesia.

BACA JUGA  Pakar: Banyaknya Mutasi Virus Diakibatkan Cakupan Vaksin yang Sangat Rendah

LEAVE A REPLY