Iustrasi. Isbat Awal Ramadhan 1442 H akan Digelar pada 12 April (Antara/Rivan Awal Lingga)

ZNEWS.ID, JAKARTA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan bahwa sains dalam hal ini ilmu astronomi dan syariat agama tak bisa dipisahkan dalam menentukan hilal baik itu awal Ramadhan, Idul Fitri, maupun Zulhijah.

“Dan intinya tidak cukup dengan sains antariksa saja. Astronomi adalah alat yang butuh bantuan, bantuannya syariat agama. Bagaimana panduan dalam hadis sahih dalam agama,” ujar Peneliti Sains Antariksa di Lapan Abdul Rachman dalam diskusi virtual yang dipantau secara daring, Rabu.

Menurut dia, Al Quran juga menjelaskan mengenai penghitungan bulan menggunakan astronomi untuk kehidupan.

Ia mengatakan dari tafsir ayat Al Quran tentang astronomi menyatakan bahwa matahari dan bulan diciptakan untuk perhitungan hari.

Maka kata dia, perhitungan ini salah satunya bisa ditafsirkan untuk penanggalan kalender.

“Kalau ditanya penentuan hari raya berdasarkannya ilmu astronomi tapi apakah cukup menggunakan ilmu astronomi saja? Tidak cukup, tapi kita butuh ilmu lain, dalam sains kita tidak belajar khusus tentang penentuan awal penentuan hijriyah,” kata dia.

Jika ditarik dalam penentuan awal bulan, umat Islam menggunakan perhitungan Hijriyah dalam penanggalan kalender, terutama menentukan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

BACA JUGA  Kajian Astronomi, Jalan Tengah Satukan Kriteria Penentuan Awal Ramadan

LEAVE A REPLY