Yunita, single parent yang berjuang menghidupi kedua anaknya dan keluarganya. (Foto: DD Sulsel)

ZNEWS.ID MAKASSAR – April dikenal sebagai bulannya Kartini. Setiap 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini merupakan sosok perempuan inspiratif yang telah memberikan kontribusi besar bagi kaum perempuan saat ini.

Mulai dari hak untuk mendapatkan pendidikan hingga kesetaraan dalam pekerjaan. Sosok Kartini lantas tidak menghilang begitu saja, karena selalu ada penerus yang melakukan perubahan dengan caranya sendiri.

Salah satunya adalah Yunita. Perempuan yang biasa dipanggil Nita ini merupakan seorang single parent. Dia berjuang sendirian menafkahi kedua anaknya setelah berpisah dengan suaminya beberapa tahun lalu.

Yunita, single parent yang berjuang menghidupi kedua anaknya dan keluarganya. (Foto: DD Sulsel)

Berperan ganda menjadi ibu dan ayah sekaligus tentu tidak mudah bagi Nita. Harus siap mental. Harus berjalan sendiri walau kadang kaki tak mampu untuk menapak lebih jauh.

Namun, untuk kehidupan yang lebih baik bagi anak dan keluarganya, ia mampu berjuang seorang diri. Kerasnya perjuangan menjadi orang tua tunggal mengharuskannya mencari cara agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Nita bekerja sebagai juru masak dan bergabung menjadi penerima manfaat program ekonomi Lesehan Macca, Dompet Dhuafa Sulsel. (Foto: DD Sulsel)

Nita pun bekerja sebagai juru masak dan bergabung menjadi penerima manfaat program ekonomi Lesehan Macca, Dompet Dhuafa Sulsel. Penghasilan yang didapat dari koki masak mampu ia gunakan untuk menghidupi kedua anaknya, yaitu Ari (9), Wilda (5), dan sebagian untuk nenek dan ayahnya.

Selain memang untuk anak, tanggung jawab Nita sebagai anak dan cucu juga mengharuskannya menghidupi keluarganya yang sama-sama tinggal di satu rumah.

BACA JUGA  Dompet Dhuafa bersama YBM PLN UP3 Makassar Selatan Berbagi Sembako

LEAVE A REPLY