Ilustrasi meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga. (Foto: mycanopy.org)

ZNEWS.ID JAKARTA – Keluarga yang tetap solid di masa menantang ini terbukti bisa memanfaatkan pandemi sebagai ajang menguatkan hubungan satu sama lain. Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia, Irma Gustiana, pandemi membawa dampak negatif sekaligus positif untuk keluarga.

Dilihat dari sisi positif, pandemi membuat anggota keluarga bisa saling mengenal satu sama lain karena menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Orang tua bisa makin memahami anak-anaknya, sementara suami atau istri bisa semakin memahami kepribadian pasangannya.

“Kalau ada situasi lain yang sulit akan bisa survive karena tujuan pembentukan keluarga adalah memberikan dukung, saling menyayangi dan melindungi,” kata Irma, dikutip dari Antara, Rabu (21/4/2021).

Sementara itu, lanjut Irma, sisi negatif dari pandemi terhadap keluarga adalah memicu ketidakharmonisan pasangan suami istri yang sulit menyeimbangkan aktivitas yang menumpuk di rumah.

Itulah mengapa ada kasus-kasus seperti perceraian atau kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi selama pandemi. Akibat dari komunikasi yang tidak lancar di dalam keluarga.

“Di rumah pun anak biasanya lebih manja dan clingy (lengket) apalagi yang balita, soalnya orang tuanya selalu ada di rumah. Itu lebih ke secure attachment karena merasa aman ada orang tua di rumah,” jelas dia.

Irma mengatakan, pengasuhan anak bukan cuma urusan ibu. Sosok ayah juga memiliki tanggung jawab atau peran yang sangat berpengaruh di rumah.

BACA JUGA  Perubahan Status Pandemi jadi Endemi Harus Diraih Semua Negara Bersamaan

LEAVE A REPLY