Ilustrasi cacar. (Foto: iStockphoto)

ZNEWS.ID JAKARTA – Herpes Zoster (HZ) atau cacar api menjadi salah satu penyakit yang rentan terkena seseorang di masa pandemi Corona. Pakar penyakit kulit dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Anthony Handoko, menjelaskan bahwa di masa pandemi yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun ini, masyarakat cenderung mengalami penurunan daya tubuh akibat stres psikis serta kelelahan yang berkepanjangan.

“Maka, sangatlah mungkin seseorang lebih mudah terkena HZ pada masa ini,” kata CEO Klinik Pramudia itu dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Antara, Jumat (16/4/2021).

Anthony menambahkan, mereka yang pernah terkena cacar air juga berisiko besar mengalami HZ apabila memiliki daya tahan tubuh lemah seperti lansia, penderita HIV/AIDS, pasien transplantasi organ, penderita kanker, stres psikis, pasien pasca operasi, dan pasien yang minum obat-obatan dengan efek dapat menekan sel imun tubuh.

Oleh karena itu, menurut Anthony, fokus pencegahan terhadap HZ yaitu meningkatkan imunitas tubuh secara umum serta menghindari kontak terhadap virus dari penderita HZ.

Dari sisi penularan, HZ yang disebabkan virus varicella zoster (VZV) ditularkan melalui pertukaran napas dan kontak dengan lesi atau gejala di kulit. Penularan HZ terjadi ketika ada kontak langsung dengan cairan pada lepuhan ruam yang dialami penderita.

Apabila terinfeksi, mereka akan terkena cacar air, bukan herpes zoster. Lalu, virus itu bisa berkembang sewaktu-waktu menjadi Herpes Zoster. Masa inkubasi setelah pertama kali kontak hingga timbulnya lesi di kulit sekitar 10 hingga 21 hari.

“HZ terutama terjadi pada kelompok usia 45-64 tahun. Namun, saat ini tren kasus HZ cenderung terjadi pada usia yang lebih muda dan lebih sering terjadi pada wanita. Kira-kira 30 persen populasi pernah mengalami HZ semasa hidupnya,” tutur Anthony.

BACA JUGA  Luncurkan Humanesia, Dompet Dhuafa Hadirkan Semangat Bersama untuk Sesama

LEAVE A REPLY