Ilustrasi – Pasukan keamanan dengan membawa senjata berdiri di jalan selama protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, (4/3/2021). ANTARA/REUTERS / Stringer/pri.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Sebanyak 200 warga negara Indonesia (WNI) di Myanmar telah meninggalkan negara itu.

“WNI kita di sini ada yang sudah pulang dengan repatriasi mandiri hampir 200 orang. (Yang masih berada di Myanmar) sekitar 250 lebih yang masih terdata,” kata Duta Besar Indonesia Untuk Myanmar Iza Fadri seperti dilansir VOA  Rabu (14/4/2021).

Menurut Iza, sekarang ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon masih mempertahankan status Siaga II terkait keamanan warga Indonesia di Myanmar.

KBRI, tambahnya, juga memiliki tempat penampungan bagi warga Indonesia yang merasa kondisi tempat tinggalnya tidak aman. Saat ini terdapat sebelas warga Indonesia yang menetap di penampungan milik KBRI.

“Rata-rata yang rumahnya agak jauh. Ada juga yang rencananya mau pulang dan ada yang tidak punya paspor karena ikut suaminya. Kita tampung, kita urus imigrasi, supaya bisa kita pulangkan,” ujar Iza.

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB 9 April lalu, Wakil Duta Besar Perancis Untuk PBB Nathalie Broadhurst menyampaikan dorongan pada ASEAN untuk “meningkatkan keterlibatan dalam menemukan cara-cara guna mendorong Myanmar keluar dari situasi pelik dan bekerjasama dengan semua pihak untuk mencapai solusi politik inklusif.”

Lebih jauh Broadhurst mengungkapkan rencana pertemuan tingkat tinggi negara-negara ASEAN pada 20 April mendatang. Laporan surat kabar Jakarta Post pada 10 April mengutip pernyataan seorang diplomat yang mengatakan menurut rencana pertemuan langsung, bukan virtual itu, diselenggarakan di Jakarta.

BACA JUGA  Militer Myanmar Didesak Tegakkan Piagam ASEAN

LEAVE A REPLY