Ilustrasi olahraga. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Berpuasa saat Ramadan bukan halangan untuk melakukan olahraga demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Walau begitu, ada sejumlah penyesuaian yang perlu Anda lakukan.

Dokter spesialis Kedokteran Olahraga Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) sekaligus staf pengajar di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Listya Tresnanti Mirtha, menyebutkan salah satu penyesuaiannya adalah frekuensi latihan yang tidak sesering pada bulan-bulan biasanya.

“Intesitas latihan juga lebih ringan dari biasanya, waktu dibuat lebih singkat dan jenis latihan diutamakan yang bersifat aerobik,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (10/4/2021).

Dari sisi frekuensi, Anda bisa melakukan latihan fisik tiga kali dalam seminggu dengan durasi 10-15 menit saat pagi setelah shalat subuh atau sore hari selama 30 menit menjelang waktu berbuka puasa.

Pilihan latihannya, bisa berlari atau olahraga seperti sepak bola, atau latihan pembentukan otot. Listya mengingatkan untuk melakukan pemanasan selama 10-15 menit, diikuti latihan inti dan pendinginan selama 5-10 menit.

Setelahnya, jangan lupa memeriksa denyut jantung Anda untuk mengetahui kemampuan maksimal kerja jantung. Caranya dengan menghitung denyut nadi per 15 detik dan hasilnya dikali dengan 4.

Listya membantah anggapan berpuasa bisa mengganggu kinerja dan membuat seseorang menjadi tak produktif. Menurut dia, berpuasa bila juga diselingi latihan fisik sesuai anjuran pakar kesehatan akan membuat tubuh tetap bugar sekaligus memelihara produktivitas.

BACA JUGA  Tips agar Anak Gemar Beribadah

LEAVE A REPLY