Ilustrasi penyintas Corona. (Foto: SHUTTERSTOCK/namtipStudio)

ZNEWS.ID LONDON – Satu dari tiga penyintas Corona dalam riset yang melibatkan 230.000 lebih mayoritas pasien Amerika terdiagnosis gangguan otak atau psikiatri dalam kurun waktu enam bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pandemi menyebabkan gelombang gangguan mental dan saraf.

Para peneliti yang melakukan analisis itu mengatakan bahwa belum jelas bagaimana virus terkait dengan kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan depresi. Namun, ini adalah diagnosa yang paling umum di antara 14 gangguan yang mereka temukan.

Kasus pasca-Covid struk, demensia, dan gangguan saraf lainnya jarang terjadi, kata peneliti. Namun, masih signifikan, terutama bagi mereka yang mengalami Corona parah.

“Hasil kami mengindikasikan bahwa penyakit otak dan gangguan kejiwaan lebih umum setelah Covid-19 dibanding setelah flu atau infeksi pernapasan lainnya,” kata Max Taquet, psikiater di Universitas Oxford Inggris, yang juga memimpin riset tersebut, Selasa (6/4/2021).

Riset itu tidak dapat menentukan mekanisme biologis atau psikologis yang dilibatkan. Namun, menurutnya, penelitian mendesak diperlukan guna mengidentifikasi ini dengan maksud untuk mencegah atau mengobati itu.

Pakar kesehatan semakin prihatin dengan bukti risiko gangguan otak dan kesehatan mental yang lebih tinggi di kalangan penyintas Corona.

Riset sebelumnya dari peneliti yang sama tahun lalu menemukan bahwa 20 persen dari penyintas Corona terdiagnosis gangguan kejiwaan dalam waktu tiga bulan.

BACA JUGA  Jaga Kesehatan Mental dan Fisik dengan Tidur Berkualitas

LEAVE A REPLY