Ilustrasi Anak sekolah. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Wacana terkait pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka mengundang pro dan kontra dari para orang tua. Meski demikian, ada yang wajib dipahami dan dipatuhi jika anak-anak sudah kembali ke sekolah.

Muhammad Zainal, WASH (Water, Sanitation and Hygiene) Specialist UNICEF Indonesia, mengatakan bahwa UNICEF sejalan dengan pemerintah dalam hal pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

Karena, kata dia, penutupan sekolah akibat pandemi Corona dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif terhadap anak, khususnya dari segi pendidikan.

Beberapa dampak yang didapat terjadi pada anak saat sekolah daring di antaranya meningkatnya risiko anak putus sekolah, kendala tumbuh kembang dan kualitas pembelajaran yang disebabkan adanya perbedaan akses pembelajaran jarak jauh, serta kesehatan mental dan psikososial karena minimnya interaksi anak dengan guru, teman, dan dunia luar.

“Tapi, pembukaan kembali sekolah harus diikuti dengan diterapkannya protokol kesehatan dan sekolah aman yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, keluarga dan masyarakat,” ujar Zainal, dilansir dari Antara, Rabu (7/4/2021).

Di samping itu, lanjutnya, layanan pendidikan selama pandemi juga harus mempertimbangkan kondisi tumbuh kembang dan psikososial siswa. Penerapan protokol kesehatan yang baik dan lingkungan sekolah yang aman tentunya merupakan faktor yang harus dipenuhi jika pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka infeksi Corona melalui klaster sekolah. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sekitar 14 persen dari total kasus Corona Indonesia berasal dari anak sekolah.

BACA JUGA  Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 Minta Protokol Kesehatan 3M Tetap Dilakukan

LEAVE A REPLY