Ilustrasi. (Foto: etahfizh.org)

Oleh: Ahmad Shofwan Syaukani (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Bandung)

ZNEWS.ID JAKARTA – Sejujurnya, hal yang berhasil ku pahami setelah mengikuti kelas SPI adalah adab merupakan konsep utama terhadap perbaikan bagi manusia yang dikenalkan oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Menurutnya, secara etimologi (bahasa); adab berasal dari bahasa Arab yaitu Addabu-yu’addibu-ta’dib yang telah diterjemahkan sebagai ‘mendidik’ atau ‘pendidikan’.

Dalam kamus Al-Munjid dan Al Kautsar, adab dikaitkan dengan akhlak yang memilki arti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Sedangkan, dalam bahasa Yunani adab disamakan dengan kata ethicos atau yang artinya kebiasaan, perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan ethos, Ethicos kemudian berubah menjadi etika.

Menurut al-Attas, akar kata adab berdasarkan dalam hadis Rasulullah SAW yang secara jelas mengunakan istilah adab untuk menerangkan tentang didikan Allah SWT. yang merupakan sebaik-baik didikan yang telah diterima oleh Rasulullah SAW. Hadis tersebut adalah: “Addabani Rabbi pa Ahsana Ta’dibi” (Aku telah dididik oleh Tuhanku maka pendidikanku itu adalah yang terbaik).

Adapun secara istilah (terminologi), al-Attas mendefinisikan adab sebagai suatu pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanam ke dalam manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa. Sehingga, hal ini membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepibadian.

Pembahasan mengenai adab ini erat kaitannya dengan proses penanaman nilai (value-based) manusia melalui pembinaan yang berorientasi terhadap pengenalan dan pengakuan akan kedudukan Tuhan. Berat betul bukan? Karena menurut al-Attas, terserapnya adab dalam diri akan melahirkan “manusia beradab”.

Seterusya akan melahirkan kepemimpinan yang adil dalam menempatkan segala sesuatu pada tempat yang benar. Selanjutnya, ia akan senantiasa berusaha memperbaiki setiap aspek dirinya, masyarakatnya, negaranya, ke tahap yang lebih baik sesuai dengan tuntunan dari Allah SWT.

BACA JUGA  Tingkatkan Kapasitas MPZ, Dompet Dhuafa Gelar Capacity Building

Konsep kunci dalam pendidikan, menurut al-Attas adalah ta’dib. Kata ta’dib yang berakar dari kata adab berarti pembinaan yang khas berlaku pada manusia.  Adab  ialah disiplin tubuh, jiwa dan ruh, disiplin yang menegaskan pengenalan dan pengakuan tempat yang tepat dalam hubungannya dengan kemampuan dan potensi jasmaniah, intelektual, dan rohaniah; pengenalan dan pengakuan akan kenyataan bahwa ilmu dan wujud ditata secara hierarkis sesuai dengan berbagai tingkat (maratib) dan derajatnya (darajat).

LEAVE A REPLY