Ilustrasi . (Foto: iStock)

Oleh: Desy Rahmayanti Khumairo (PM Bakti Nusa 9 Surabaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Asesmen alternatif merupakan asesmen yang baru-baru ini dikembangkan dalam dunia pendidikan. Asesmen alternatif penting untuk diterapkan dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika karena memiliki dampak positif yang banyak.

Di antaranya adalah siswa menjadi lebih siap dalam mempelajari, memahami, serta menerapkan konsep pada materi matematika yang akan dan telah dipelajari. Sehingga, guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kemampuan, minat, serta lingkungan siswa tanpa harus melakukan pembelajaran yang monoton, teratur, serta terarah.

Digunakannya asesmen alternatif ini, siswa akan memiliki ide-ide kreatif dan mengemukakan pola pikirnya. Untuk memunculkan ide kreatif tersebut, guru dapat memberi siswa soal maupun pertanyaan yang memiliki lebih dari satu jawaban yang benar dan beberapa strategi penyelesaian yang sesuai.

Setiap siswa memiliki gaya belajar dan minat yang berbeda. Sehingga, langkah guru untuk mengukur tingkat pemahaman siswa tidak hanya dilakukan melalui tes dan kuis saja.

Karena, apabila guru menerapkan tes dan kuis saja sebagai patokan untuk mengukur pemahaman siswa, bisa saja hasil tes yang telah dilakukan terjadi kesalahan. Misalnya, ada siswa yang bisa menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan matematika di kelas namun memperoleh hasil yang kurang baik pada saat tes.

Dalam melakukan praktik asesmen yang baik, diperlukan penyelarasan antara asesmen dengan kurikulum dan pembelajaran. Kesimpulan asesmen hendaknya didasarkan pada berbagai sumber fakta dan bukti.

Siswa dipandang sebagai partisipan aktif dalam proses asesmen. Asesmen dipandang sebagai sesuatu yang kontinu. Kinerja siswa dibandingkan dengan kriteria yang ditentukan dan tidak dibandingkan dengan siswa yang lain. Proses asesmen dilakukan secara terbuka yang memungkinkan publik tahu.

BACA JUGA  Belajar Perkalian dengan Gerakan Tangan

LEAVE A REPLY