Dokumentasi – Kapal-kapal di Scarborough Shoal di Laut China Selatan terlihat dalam foto yang disediakan oleh Planet Labs dan bertanggal Sabtu (12/3/16). Kepala operasi Angkatan Laut Amerika Serikat, Admiral John Richardson menyatakan bahwa militer AS telah melihat aktivitas China di sekitar Scarborough Shoal di bagian utara kepulauan Spratly, sekitar 200 km dari barat pangkalan Filipina di Teluk Subic.(ANTARA/REUTERS/Planet Labs/Handout vi/tm.

ZNEWS.ID, MANILA –  Militer Filipina telah mendokumentasikan keberadaan bangunan-bangunan ilegal di Union Banks, Kepulauan Spratly, di Laut China Selatan (LCS), tak jauh dari lokasi ratusan kapal China berkerumun bulan lalu.

Panglima Militer Filipina Letnan Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan bangunan-bangunan ilegal itu berada tidak jauh dari kepulauan yang diklaim oleh Filipina, termasuk di dalam zona ekonomi eksklusifnya.

“Konstruksi dan kegiatan lain, ekonomi atau lainnya, merugikan perdamaian, ketertiban, dan keamanan perairan teritorial kami,” kata Sobejana dalam pernyataan, Kami (1/4/2021).

Dia tidak mengatakan negara mana yang membangun struktur ataupun seberapa besar bangunan-bangunan tersebut.

Bangunan-bangunan itu ditemukan pada 30 Maret, saat pelaksanaan patroli penerbangan maritim militer di atas Laut China Selatan, tempat Filipina melakukan pemantauan secara cermat terhadap aktivitas kapal-kapal China –yang diyakini diawaki oleh milisi.

“Upaya kami untuk dengan patuh menjalankan amanat guna melindungi dan memajukan kepentingan nasional kami di kawasan itu terus berjalan tanpa hambatan,” kata Sobejana.

Pulau-pulau dan terumbu karang Spratly merupakan subjek yang paling diperebutkan di dunia.

BACA JUGA  Ketegangan Kian Meningkat, Menlu AS Peringatkan China

LEAVE A REPLY