Ilustrasi road trip bersama keluarga. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Taufik Nurhidayat mengatakan bahwa beraktivitas di destinasi wisata alam akan menjadi tren melancong di kala pandemi. Tren ini sebelumnya diprediksi oleh pakar dan ahli di bidang wisata melalui diskusi kelompok bersama Kemenparekraf.

“Kami sebelumnya mengundang para ahli dan pakar di bidang wisata ke sebuah group discussion, di mana selain tren staycation, nantinya travelling di alam seperti adventure, mengunjungi geo site, healing therapy, dan outdoor activities juga diprediksi menjadi tren mendatang,” kata Taufik, dikutip dari Antara, Jumat (26/3/2021).

Ia berharap, para pelaku pariwisata di Indonesia juga bisa melihat tren tersebut, dan mempersiapkannya.

“Harapannya ke sana, teman-teman pelaku pariwisata bisa melihat tren itu. Kalau arahnya ke sana, apa yang akan disiapkan, karena wisatawan memilih safety-nya juga,” katanya.

Ilustrasi staycation di hotel favorit. (Foto: Shutterstock)

Lebih lanjut, Taufik mengatakan bahwa saat ini pihaknya dan para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sudah mulai melakukan berbagai gebrakan untuk menggeliatkan kembali pariwisata Tanah Air. Salah satunya mendorong masyarakat melancong ke tempat-tempat wisata yang dekat dengan tempat tinggal untuk berlibur maupun sambil bekerja (staycation dan workcation).

“Ada gebrakan bagaimana caranya kita lakukan pergerakan. Sekarang ini kita lebih melakukan pergerakan di sekitar, atau akrabnya staycation. Bagaimana caranya kita di era pandemi bisa tetap melakukan promosi, pemasaran, dan pergerakan. Para pakar dan ahli menyampaikan, di fase pertama ini staycation, atau berwisata di tempat-tempat sekitar,” kata Taufik.

Misalnya, staycation seperti di hotel, namun bagaimana pengunjung tetap bisa melakukan kegiatan lain seperti bekerja dari sana (workcation) atau aktivitas lainnya.

BACA JUGA  6 Tips Staycation Aman dan Murah saat Libur Akhir Pekan

LEAVE A REPLY