Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A/pras)

Oleh: Abdul Rozak (PM Bakti Nusa 9 Surabaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Konsisten. Nilai itu semakin tergerus dalam pergumulan manusia modern hari ini. Konsisten mempertahankan prinsip menjadi barang langka. Mungkin, mudah dicari di museum-museum berbalut kisah-kisah pejuang masa lalu.

Mungkin, kita bisa belajar konsisten dari seorang Ibnu Sirin, satu bintang dari generasi tabiin. Ia, suatu kali dipanggil Umar bin Hubairah, penguasa Irak dari Dinasti Umayyah. Umar adalah sosok pemimpin yang kurang cakap. Beberapa urusan kaum muslimin ia abaikan.

Datanglah Ibnu Sirin dan keponakannya menghadap sang penguasa. “Bagaimana menurut pendapatmu mengenai kondisi penduduk negeri ini wahai Abu Bakar?” tanya sang penguasa kepada Ibnu Sirin dengan nama kuniyah Abu  Bakar.

“Yang aku lihat, aku berada di tengah-tengah kezaliman sedang merajalela dan engkau lalai terhadap mereka,” kata Ibnu Sirin.

Mendengar kritikan langsung yang dialamatkan kepada sang penguasa, sang keponakan merasa khawatir. Ia khawatir sang penguasa akan marah dan menghukum Ibnu Sirin.

Melihat kegusaran keponakannya, Ibnu Sirin dengan mantap berkata, “Sungguh bukan engkau yang akan ditanya dan dimintai pertanggungjawabannya kelak, namun akulah yang akan ditanya. Itulah kesaksianku.”

Keberanian dan konsistensi. Ibnu Sirin mengajarkan kepada kita dua hal yang amat diperlukan bangsa hari ini. Orang-orang amat berani mencuit kritikannya terhadap sesuatu.

BACA JUGA  Kamu Harus Punya Kapabilitas sebagai Pemimpin

LEAVE A REPLY