Ilustrasi hoaks. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Informasi yang mengalir deras dalam era digital sekarang sangat beragam. Bahkan, sebagian merupakan berita bohong atau hoaks, termasuk seputar Corona.

Untuk menekan penyebaran hoaks dan pelanggaran privasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun penyedia layanan pesan instan WhatsApp membagikan tiga poin kiat menghindari dan tidak terprovokasi berita hoaks.

Direktur Tata Kelola Direktorat Jendral Aplikasi dan informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Mariam F Barata, mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah pastikan informasi tersebut masuk akal atau tidak.

“Contohnya, kalau misalnya tiba-tiba ada pihak yang tidak kamu kenal mengirimkan pesan via WhatsApp lalu bilang kamu dapat mobil karena ikut acara masak padahal gak pernah ikut. Ya, hal seperti itu tentu masuk kategori tidak masuk akal,” katanya dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan ICT Watch bertajuk “Menjaga Privasi dan Melawan Hoaks Covid-19”, Rabu (18/3/2021).

Mariam menjelaskan, modus sejenis itu sering digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan data pribadi dari para penerima pesan.

Oleh karena itu, jika menemukan pesan yang informasinya tidak masuk akal lebih baik tidak usah ditanggapi.

Yang kedua, sebelum menyebarkan informasi, lebih baik periksa dulu sumbernya atau pengirim pesan.

BACA JUGA  5 Aplikasi Ini Bantu Penanganan Corona di Indonesia

LEAVE A REPLY