Tony Blinken saat menjabat Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS, berbicara di Gedung Putih di Washington, Senin (9/9/2013). ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/am.

ZNEWS.ID, TOKYO – Ketegangan di antara Amerika Serikat dan China kian meningkat. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, Selasa (16/3/2021), memperingatkan China agar tidak menggunakan “paksaan dan serangan”.

Peringatan itu ia nyatakan saat berusaha memanfaatkan perjalanan luar negeri pertamanya untuk menopang persekutuan dengan Asia dalam menghadapi Beijing, yang semakin percaya diri.

Klaim teritorial China yang luas di Laut China Timur dan Laut China Selatan telah menjadi masalah utama dalam hubungan China-AS, dan merupakan isu keamanan yang penting bagi Jepang.

“Kami akan menekan balik, bila perlu, ketika China menggunakan paksaan dan serangan untuk mendapatkan jalannya,” kata Blinken di sela-sela kunjungannya di Tokyo, Selasa, bersama Menteri Pertahanan AS  Lloyd Austin.

Washington telah mengkritik apa yang disebutnya sebagai upaya Beijing untuk menindas negara-negara tetangga dengan kepentingan yang bersaing.

Sebaliknya, China mengecam tindakan yang disebutnya sebagai upaya AS untuk memicu kerusuhan di kawasan itu dan mencampuri urusan internal.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan bersama dengan mitra-mitra Jepang mereka, Blinken mengatakan perilaku China, yang tidak sejalan dengan tatanan internasional yang ada, memunculkan tantangan politik, ekonomi, militer, dan teknologi bagi aliansi dan komunitas internasional.

BACA JUGA  Indonesia Bahas Situasi Myanmar dengan China

LEAVE A REPLY